hari ini 9 januari 2018
aku mulai membiasakan untuk menulis, ya menuangkan ke rinduan ini pada media
memang bukan caraku untuk mengexpresikan diriku yang sebenarnya, namun apa salahnya mencoba
aku ingin kembali menceritakan kisah perjuangan LDR yang aku jalani
akhir tahun 2018 dia (selly) mendapatkan ijin liburan
tanggal 20 Desember 2018 tepatnya, ya dan pastinya aku sudah tak sabar menanti saat itu,
mendapat kabar dari kakaknya yang juga temanku sewaktu SMP bahwa dia sudah dijemput membuatku sangat senang, rasa bercampur entah tak bisa ku jabarkan dengan kata-kata
pikirku aku akan bisa bertemu, bercengkrama walau hanya lewat meddia sosial, namun aku sempat terdiam sesaat ketika kakaknya mengatakan dia tidak ingin menggunakan hp dulu karna sudah terlanjur terbiasa di asrama tidak menggunakan HP, pikirku bagaimana aku bisa menghubungi dia,
namun itu tidak membuatku begitu kupermasalahkan setidaknya aku tau dia pulang dan sehat dengan senyum lebar yang menghiasi wajahnya
beberapa hari setelah kepulangannya, sekitar jam setengah 12 malam ketika aku sudah terlelap, aku sempat dikejutkan dengan hpku yang berdering, seketika ku terbangun dan melihat dia menghubungiku beberapa kali, ya terkejut senang tentunya, lalu kami bercengkrama sedikit menanyakan kabar satu sama lain, walau tak lama karna malam sudah semakin larut itu sudah sedikit mengobatiku
kemudian keesokan harinya, kembali aku tak mendapatkan kabar darinya, gelisah pastinya, karna rindu ini sudah tak bisa dipendam lagi,
sampai suatu malam otakku sudah tak selaras dengan logika, aku bangun dan meminjam motor pacar temanku, berniat mendatangi ke rumahnya, sampai di depan rumahnya rumah itu sepi, sempat beberapa kali aku menghubungi tak tak mendapat respon, sampai aku kirim pesan kalau aku di depan rumahnya,
kemudian aku berniat untuk kembali, namun singgah sebentar untuk mengisi perut, namun sebelum sampai diwarung, kembali hpku berdering dengan panggilan masuk darinya, sempat kecewa sedikit karna tak bisa bertemu dan tak mendapatkan kabar, namun dia bertanya"dmna? aku barusan dari KOS(rumah teman tempat sering saya nongkrong)" terkejut pastinya karna aku tadi disana, dan aku bilang aku sedang mencari makan dan baru datang dari rumahmu,
ya kami sama-sama mencari, dia mencari ke tempatku nongkrong dan aku mencarinya kerumah, kemudian dia bilang ingin ketemu, dan akhirnya semua itu terobati, rindu, gelisah, semua terobati ketika melihat dia didepanku dengan senyum sumbringahnya
kemudian kami bersama si KOALISI ke tempat salah satu tempat makan cepat saji yang baru buka di buleleng, kami memesan icecream dan kentang goreng, disana kami bercengkrama, bercerita sedikit dengan ditemani candaan sesekali, sampai kami tak sadar waktu sudah semakin larut, aku mengantarkan dia dan koalisi pulang kerummahnya, dengan hati senang sudah bisa bertemu dengannya walau singkat, dan disana aku percaya " ketika semesta sudah merestui apapun bisa terjadi"
setelah malam itu kami tidak bertemu karna aku menyadari dia juga rindu keluarga, teman, dan ditambah dia harus melakukan piket jaga posko itu juga yang membuatku sedikit sedih, karna dia bilang tepat tangal 28 desember dia akan mulai dapat jaga posko di pelabuhan, ya kenapa tanggal 28, karna di tanggal itu tanggal kami jadian, kami sudah melawatkan 3 kali tanpa bertemu, dan aku berharap di tanggal 28 ini bisa bertemu dengannya, namun apa boleh buat dia harus menjalankan tugas dari sekolahnya,
sehari sebelum keberangkatannya, aku berniat membuat sesuatu yang spesial untuk dia yang spesial dihidupku, aku membuat video ucapan yang dimana didalam video itu ada beberapa orang yang ikut membantu, orang-orang itu aku pilih dari yang paling dekat, orang yang berpengaruh, samapi aku memberanikan diri masuk ke kantor polisi dan meminta bantuan ke polisi setempat, semua vbahan video sudah kudapatkan, proses editing pun dimulai, memang tak mudah karna aku ahanya mengedit menggunakan HP,
tepat jam 12 video pun selesai, dan langsung ku kirim ke dia, berharap dia senang akan pemberianku, walau aku tau aku tak akan bisa bertemu dengannya di tanggal itu
keesokan harinya dipagi hari dia mengucapkan terimakasih karna sudah membuatkan video itu sambil bilang dia sudah perjalanan menuju ke pelabuhan, sekali lagi senang bercampur sedih yang kurasakan, senang karena dia suka apa yang kuberikan dan sedih tak bisa bertemu dengannya
siang harinnya koalisi menghubungiku, dia ingin bertemu karna ada yang ingin diceritakan, dia mengajak bertemu di salah satu tempat kesukan dia dan selly, aku langsung berangkat dengan dua temanku karna diminta juga, samapai di sana, koalisi datang, dan selly menghubungiku, menanyakan dimana aku, aku bingung karna si koalisi tidak memberiku ijin untuk mengatakan kalau kami bertemu, namun syok ketika aku menoleh kebelakang dan selly berada dibelakangku, tentunya terkejut sekali, karna dia bilang sudah di tempat jaga tadi, dan skrng sudah ada dihadapanku
ternyata itu semua rencana mereka berdua untuk memeberiku kejutan,
senang sekali tentunya, lalu ku tanya kenapa batal jaga pos, dia bilang ada kakak tingkatnya yang ingin menukar jaga, sekali lagi aku percaya "jika semesta sudah merestui, semua akan terjadi"
kami memesan makan disana, sekedar bercengkrama kembali, namun sekali lagu hanya sebentar karna dia dan koalisi akan ke tempat temannya,
ya sudah semua harus di syukuri, dan aku sangat bersyukur bisa bertemu dengannya di tanggal 28, walau hanya makan bersama
keesokan harinya kembali kami bertemu, bertemu dirumahku, ya lagi kami hanya bertemu semntar karna dia akan mengantar koalisi ke rumah memek"panggilan akrab ibu alm.pacarnya koalisi"
ya kembali bersyukur tentunya
setelah itu kami benar-benar tidak bertemu sama sekali, kami melewati tahun baru hanya lewat videocall saja, sesekali kami chat, dan yang membuatku khawatir setiap dia membalas chatku dia sangat singkat, aku takut dia marah dan berbuat sesuatu yang membuatnya marah, bukan karna apa, semua itu karna waktu kami bertemu hanya sedikit jadi aku berfikir tidak akan melewatkan waktu yang sedikit ini dengan pertengkaran,
jujur didalam diriku hati ini berteriak "aku ingin bertemu", namun itu semua menandakan egoku masih besar, belum bisa ku kontrol, aku dibutakan oleh rindu, aku tak memahami dia, dia juga ingin bertemu, namun belum menemukan waktu yang pas,
aku merasa bodoh disana, merasa tak melakukan yang terbaik untuknya
kemudian jumat, 4 januari 2019
H-2 dia kembali ke balai dan H-1 koalisi kembali ke balai
koalisi menghubungiku untuk meminta bantuan membuatkan tugas, aku langsung berniat membantunya karna dia sudah banyak membantu dalam kelancaran hubunganky dengan selly
kemudian aku menghubungi selly kalau aku sedang bersama koalisi, dan ternyata dia sedang merencanakan kalau dia yang akan menyusul koalisi dan menemuiku, namun semua itu berganti, aku yang mendatangi rumahnya bersama koalisi,
ya itu yang ketiga kalinya aku kerumahnya, namun kali ini aku bertemu fajar, kakanya selly yang juga temanku SMP, kami ber-4 bercengkrama bersama, hingga malam sudah semakin larut, dan besoknya aku akan perjalanan jauh,
kami pun pulang, terutama aku yang merasa sangat senang karna bisa bertemu
namun hari dimana aku tak suka datang, dimana dia harus kembali ke balai, dan hari itu juga aku merasa sedih, karna aku ebrniat memberi sesuatu sebagai hadiah ulang tahunnnya, dia sama seskali tak bisa dihubungi, telpunkku tak diangkat, chat tak dibalas, kemudian aku memberanikan diri untuk kerumahnya, sampai disana rumahnya kosong, pintu terkunci, aku pikir dia sedang tidur, sampai hpku berbunyi karna chat darinya, kemudian aku baca dan sedikit kecewa karna dia sudah berangkat, aku sempat terdiam dan sedih, karna aku tak bisa memberinya hadiah yang sudah kupersiapkan,
namun aku tak bisa berbuat apa, aku tak bisa marah, tak bisa mengungkapkan kekecewaanku, aku hanya bisa memberinya suport, doa karna dia sudah akan kembali ke balai, aku juga tak akan membiarkan egoku kembali mengontrolku, aku menerima semuanya,
dia berangkat tanpa sempat kami bertemu,
dia mengirim video motifasi, dan dia memberiku semangat, begitu juga aku hanya bisa memberinya semangat,
dan kita mulai lagi hari itu, 6 januari 2019, kami memulai lagi perjuangan LDR, kembali akan merasakan rindu, kembali akan galau karna tak bertemu, namu itu semua akan ku nikmati, karna jarak tercipta untuk memberi ruang pada rindu,
see you when i see you gek, semangat pendidikan, jangan bengkung disana, tetep tersenyum karna kamu penawar letihku, LOVE YOU SO MUCH, MISS YOU GEK,...
singaraja 9 januari 2019
Tuesday, January 8, 2019
Sunday, January 6, 2019
AWAL PERJUANGAN
hay.. namaku wahyu ari pratama, ini sedikit kisah tentang perjuanganku menjalani hubungan jarak jauh
kisah perjuangan ini bermula ketika pertama kali ku melihatnya ya namanya selly di sebuah acara perkemahan, dimana disana aku di undang untuk memberikan materi sedangkan dia datang sebagai tamu alumni,
pandangan pertama memang tak begitu spesial, karena aku takut, ya.. terlalu takut menjadi lelaki yang dengan mudahnya berkenalan dengan wanita secantik dia,
bebrapa hari setelah kegiatan tersebut, memang belum terlintas sedikitpun niatan untuk berkenalan lebih lanjut dengan dia, ditambah lagi dia terlihat sangat dekat dengan sahabat dekatku, dimana aku tak ingin mengulang kesalahan lampau yang dengan bodohnya kami bertengkar karna memperebutkan wanita,
waktu berlalu sampai ku tau mereka tidak memiliki hubungan spesial maka aku memberanikan diri unutk chat setiap hari, vide call bahkan sampai larut berniat untuk melakukan pendekatan
sampai ku tau kalau dia berniat melanjutkan pendidikan di sekolah kedinasan yang dimana menuntut dia untuk berasrama,
setelah mengetahui itu yang terlintas di otakku hanyalah mendukung penuh cita-cita dan masa depannya,
seiring waktu berjalan rasa ini mulai tumbuh, rasa sayang, rasa cinta, rasa ingin dimiliki dan memiliki semakin besar, namun rasa itu sempat ingin pudar ketika terucap kalimat darinya kalau dia ingin fokus dengan kuliah dan tak ingin mengecewakan kedua orang tuanya "sebenernya aku gak pengen mengecewakan ortu aku, pengen nyelesaiin kuliah dulu" sebutnya, namun berkat dukungan dari sahabatnya "novita" yang uda aku anggep KOALISI terbaik untuk mendapatkannya, semangat itu mulai muncul kembali,
namun pendekatan ini tidak kulalui dengan mudah, bebrapa kali sempat cobaan datang, entah rumor dia itu susah di dapatkan karna sempat beberapa kali ada yang mengejar dai namun gagal, itu semua tidak membuatku gentar, perjuangan tetap ku lanjutkan
hingga suatu malam singkat cerita pendekatanku bersamanya, aku berniat melakukan permainan kata sederhana dengannya, dimana dia harus menyebutkan kata depan dari kalimat yang aku ucapkan, dia mengerti dan permainanpun kita mulai, sampai akhir permainan aku menyebutkan "mau gak jadi pacar aku" dia menjawab "IYA" sambil tersenyum, memang bodoh ku waktu itu aku tak menyadari kalau itu bukan lagi sebuah permainan, sampai koalisi bilang "Gol, kabake kendel gati", aku langsung bengong sambil menanyakan maksudnya, ya itu memang jawaban sebenarnya bukan lagi sebuah permainan, disana aku langsung terdiam tak percaya kalau perjuanganku tak sia-sia menunggunya beberapa bulan, dan kami resmi pacaran di tanggal 28 agustus 2018, ya tanggal itu menjadi hari jadi kami, namun aku berjanji akan mengulang untuk menyatakan perasaanku, karna ku pikir gak romantis banget nembak lewat videocall hehehhe
beberapa hari setelah kita jadian dia masih berjuang untuk bisa diterima di sekolah kedinasan tadi, sampai suatu pagi aku mendapatkan kabar darinya kalau dia berhasil di terima di STTD ya sekolah kedinasan yang dia impikan
disana perasaanku bercampur aduk, senang dan juga sedih jadi satu, tentunya senang mendengar kabar wanita yang kusayang berhasil meraih apa yang dia inginkan , sedih karena aku akan menjalani hubungan jarak jauh, tanpa bisa bertemu dan berkomunikasi, namun itu semua tidak ku pikirkan, aku tetap senang melihat dia bahagia,
dan disaat itulah perjuangan kembali dimulai, perjuanganuntuk mempertahankan hubungan yang sudah kita bina, hubungan dimana komitmen mengikatnya...
sebelum dia berangkat dan kita memulai smeua ini, memang sempat kami bertemu dan menghabiskan waktu sebisa kami, mengantar dia mempersiapkan perlengkapan, potong rambut dll, semua itu untuk bisa bersama dia...
tangal 18 september, awal kita melakukan hubungan jarak jauh, dimana dia harus berangkat ke balai pendidikan, dan pastinya aku akan selalu merindukannya, sampai sekarang....
love you so much dear, KEEP SMILE IN YOUR FACE :)
kisah perjuangan ini bermula ketika pertama kali ku melihatnya ya namanya selly di sebuah acara perkemahan, dimana disana aku di undang untuk memberikan materi sedangkan dia datang sebagai tamu alumni,
pandangan pertama memang tak begitu spesial, karena aku takut, ya.. terlalu takut menjadi lelaki yang dengan mudahnya berkenalan dengan wanita secantik dia,
bebrapa hari setelah kegiatan tersebut, memang belum terlintas sedikitpun niatan untuk berkenalan lebih lanjut dengan dia, ditambah lagi dia terlihat sangat dekat dengan sahabat dekatku, dimana aku tak ingin mengulang kesalahan lampau yang dengan bodohnya kami bertengkar karna memperebutkan wanita,
waktu berlalu sampai ku tau mereka tidak memiliki hubungan spesial maka aku memberanikan diri unutk chat setiap hari, vide call bahkan sampai larut berniat untuk melakukan pendekatan
sampai ku tau kalau dia berniat melanjutkan pendidikan di sekolah kedinasan yang dimana menuntut dia untuk berasrama,
setelah mengetahui itu yang terlintas di otakku hanyalah mendukung penuh cita-cita dan masa depannya,
seiring waktu berjalan rasa ini mulai tumbuh, rasa sayang, rasa cinta, rasa ingin dimiliki dan memiliki semakin besar, namun rasa itu sempat ingin pudar ketika terucap kalimat darinya kalau dia ingin fokus dengan kuliah dan tak ingin mengecewakan kedua orang tuanya "sebenernya aku gak pengen mengecewakan ortu aku, pengen nyelesaiin kuliah dulu" sebutnya, namun berkat dukungan dari sahabatnya "novita" yang uda aku anggep KOALISI terbaik untuk mendapatkannya, semangat itu mulai muncul kembali,
namun pendekatan ini tidak kulalui dengan mudah, bebrapa kali sempat cobaan datang, entah rumor dia itu susah di dapatkan karna sempat beberapa kali ada yang mengejar dai namun gagal, itu semua tidak membuatku gentar, perjuangan tetap ku lanjutkan
hingga suatu malam singkat cerita pendekatanku bersamanya, aku berniat melakukan permainan kata sederhana dengannya, dimana dia harus menyebutkan kata depan dari kalimat yang aku ucapkan, dia mengerti dan permainanpun kita mulai, sampai akhir permainan aku menyebutkan "mau gak jadi pacar aku" dia menjawab "IYA" sambil tersenyum, memang bodoh ku waktu itu aku tak menyadari kalau itu bukan lagi sebuah permainan, sampai koalisi bilang "Gol, kabake kendel gati", aku langsung bengong sambil menanyakan maksudnya, ya itu memang jawaban sebenarnya bukan lagi sebuah permainan, disana aku langsung terdiam tak percaya kalau perjuanganku tak sia-sia menunggunya beberapa bulan, dan kami resmi pacaran di tanggal 28 agustus 2018, ya tanggal itu menjadi hari jadi kami, namun aku berjanji akan mengulang untuk menyatakan perasaanku, karna ku pikir gak romantis banget nembak lewat videocall hehehhe
beberapa hari setelah kita jadian dia masih berjuang untuk bisa diterima di sekolah kedinasan tadi, sampai suatu pagi aku mendapatkan kabar darinya kalau dia berhasil di terima di STTD ya sekolah kedinasan yang dia impikan
disana perasaanku bercampur aduk, senang dan juga sedih jadi satu, tentunya senang mendengar kabar wanita yang kusayang berhasil meraih apa yang dia inginkan , sedih karena aku akan menjalani hubungan jarak jauh, tanpa bisa bertemu dan berkomunikasi, namun itu semua tidak ku pikirkan, aku tetap senang melihat dia bahagia,
dan disaat itulah perjuangan kembali dimulai, perjuanganuntuk mempertahankan hubungan yang sudah kita bina, hubungan dimana komitmen mengikatnya...
sebelum dia berangkat dan kita memulai smeua ini, memang sempat kami bertemu dan menghabiskan waktu sebisa kami, mengantar dia mempersiapkan perlengkapan, potong rambut dll, semua itu untuk bisa bersama dia...
tangal 18 september, awal kita melakukan hubungan jarak jauh, dimana dia harus berangkat ke balai pendidikan, dan pastinya aku akan selalu merindukannya, sampai sekarang....
love you so much dear, KEEP SMILE IN YOUR FACE :)
Subscribe to:
Comments (Atom)